Bangsa ini mungkin adalah bangsa yang sangat kental dengan dunia ghaib. Hitung saja ada berapa film horor yang laris manis di pasaran. Belum lagi kalau kita ikut menghitung paranormal yang mencari makan di negeri ini. Semua itu seolah mengindikasikan lekatnya bangsa ini dengan dunia mistis. Untuk membunuh seorang musuh, aktor-aktor film laga Indonesia tidak perlu senjata besar atau laras panjang seperti yang dipakai dalam Rambo atau Predator, mereka hanya butuh ajian ghaib yang digambarkan dapat memberikan efek yang tak kalah besar dengan teknologi supercanggih sekalipun.
Saya bukannya tidak percaya dengan yang ghaib. Bagaimana mungkin saya tidak mempercayai sesuatu yang Agama memerintahkan kita untuk mempercayainya (QS. 2: 3). Tapi bukankah beriman tidak harus dengan jalan melihatnya dengan mata telanjang, atau dengan jalan harus divisualkan melalui film?
Film-film horor menurut saya, apapun motivasinya memberikan banyak efek negatif terhadap para penonton pada khususnya dan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya. Setidaknya ada tiga efek negatif yang bisa saya sebutkan: Pertama, dari sisi akidah jelas film horor justru akan melahirkan sesuatu yang kontra produktif. Film horor mengajak dan mengajarkan para penonton untuk takut pada hantu atau makhluk halus. Sementara ketakutan pada Tuhan menjadi dinomorduakan. Fim horor dianggap sukses bila berhasil menakuti penonton sejadi-jadinya. Semakin "serem", berarti semakin berkualitas. Bohong kalau dinyatakan film horor dapat bermanfaat untuk mengingat kekuasaan Tuhan. Buktinya, belum ada satu pun fakta seseorang setelah menonton film horor, lalu berkomentar, "maha besar Tuhan". Yang ada komentarnya sudah pasti, "wah filmnya serem banget".
Kedua, Film horor menciptakan alam pikir imajinasi dan mimpi yang sama sekali tidak produktif. "Bangsa dan orang yang besar adalah bangsa dan orang yang memiliki mimpi besar" begitu kata orang bijak. Namun, bagaimana mungkin dapat menjadi bangsa besar kalau mimpinya justru tentang hal yang ghaib, tentang pocong, kuntil anak, tuyul dan "makhluk ghaib visual" lainnya? Kita bermimpi untuk memiliki tim sepak bola nasional yang tangguh. Namun bagaimana mungkin bisa terwujud kalau sebelum pertandingan bukannya beriktiar dengan latihan sekuat tenaga kemudian tawakkal, malah justru minta kekuatan pada dukun. Sampai dukun super sakti sekalipun, saat ini tidak akan mampu memenangkan Indonesia kalau melawan tim sekelas Brazil. Mimpi tetap harus ada, tapi harus mimpi yang rasional dan produktif.
Ketiga, Bangsa ini akan terombang-ambing dalam status ketidak jelasan. Disebut bangsa religus, sudah pasti bukan. Apalagi disebut bangsa dengan kecanggihan teknologi. Persoalannya, film horor yang ada di Indonesia, mementahkan dua basis keilmuwan yang dibangun sedemikian mapan. Agama dan Ilmu Pengetahuan. Sehingga bisa dibuktikan, semakin mistis suatu bangsa, pasti semakin jauh bangsa tersebut dari Agama dan Teknologi, atau setidak-tidaknya kemurnian ajaran ajaran agama akan sangat sulit terwujud.
Film horor sebenarnya bisa didesain tanpa harus melibatkan pocong dkk. Seramnya sebuah film memang sangat dipengaruhi budaya masing-masing tempat. Namun kalau tidak produktif untuk masa depan, kanapa mesti dipertahankan? Tengok saja misalnya film horor barat yang berjudul "saw". Meski tanpa adanya makhluk ghaib, tapi film ini menurut saya cukup sukses untuk membuat jantung penonton berdegup kencang. Wallahu a'lam bi al-showab.
Selasa, 18 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar