Minggu, 14 Juni 2009

Dialog "Cinta" Bersama SO7

Aku tak akan tenang bila kewarasanku kembali datang. Bila harus kembali mengingat bahwa hanya dirimu yang bisa meramaikan kesepianku. Kalau hanya dirimu yang sanggup membangunkanku. Saat ketidakwarasanku yang datang, dinding-dinding kamarku ini menjadi teman yang begitu setia menjadi tajalli dirimu. Tanpa kehadiranmu, aku justru semakin bisa menghayati keberadaanmu. Tanpa bisa menyentuhmu, kurasakan kedekatanmu dihatiku. Tanpa bibirku bergerak, detakan hatiku berjalan ke arahmu.


Belum pernah kebahagiaan seperti ini menghinggapiku. Jatuh hati kepadamu. Tumbuhkan nyaliku tuk katakan padamu, aku cinta padamu. Kuyakin kau tahu perasaanku padamu. Hanya saja seolah kau tak tahu kaulah yang sedang kutuju. Akan kunantikan hatimu mengiyakanku. Saat itu, setiap langkah yang kupijak kulalui bersamamu. Setiap tintaku hanya akan menulis atas namamu. Aku mau kau tahu, tiap tetes tatapmu padaku selalu mengiringi tanyaku, ”kapan kau jadi milikku?”


Sadarkah kau kusayangi, sadarkah untukmu aku kan banyak berbuat sesuatu. Diamku bukanlah tidak menginginkanmu. Sayang kau tidak mendengar degup jantungku yang kian berisik saat ku melihatmu. Itu tanda perasaan cintaku. Aku kan selalu mendampingimu, bila bahagia yang akan kau tuju, bila cahaya bimbingan yang kau harap kan menemanimu. Jangan hanya diriku yang tahu aku mencintaimu. Kuminta jadilah warna hidupku. Maukah hidup bersamaku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar