Jumat, 06 Maret 2009

Bermimpi Menulis Mimpi

Mulanya, saya tidak pernah berpikir untuk punya keinginan menulis tentang ini, tentang tulisan fiksi. Ada banyak alasan kenapa saya tidak enjoy menulis fiksi. Pertama, mungkin karena sudah sekian lama jari jemari saya terbiasa menulis dan mengetik atas dasar perintah otak kiri.. Tingkat kemampuan membahasakan hasil imajinasi saya ke dalam bentuk paragraf bisa dibilang tidak begitu bisa saya banggakan.. Pertanyaan yang terus ditekankan otak kiri saya saat menulis adalah, "ilmiah ga' nich?". Selama belum sampai pada taraf ilmiah -tentu saja dalam batasan subjektivitas saya- maka usaha meng"ilmiah"kannya akan semaksimal mungkin saya lakukan. Kedua, Saya tergolog orang yang tidak biasa melakukan tindakan persuasif dengan pendekatan fiksi. Saya yakin, semua penulis memiliki usaha mempengaruhi pembaca dalam setiap tulisannya. Nah, saya termasuk orang yang selama bertahun-tahun dilatih untuk melakukan "usaha mempengaruhi" itu dengan cara berpikir ilmiah.. (Ini sama sekali tidak saya maksudkan bahwa semua karya fiksi tidaklah ilmiah)

Saya bukannya tidak pernah menulis fiksi. Saya pernah, meski saya sendiri tidak yaikin apakah layak disebut tulisan. Saya juga tidak mengatakan kalau saya tidak suka karya fiksi (novel, cerpen, puisi, dll). Saya bahkan sangat suka menikmati beberapa karya fiksi.. Penulis seperti Cak Nun dan Pramoedya sangat saya kagumi.. Karena dalam banyak hal saya akui berhasil "dipengaruhi" oleh tulisan-tulisan mereka. Namun bukan mereka yang pada akhirnya menyebabkan saya berubah pikiran. Bukan Cak Nun atau Mas Pram yang mengilhami saya ingin menulis karya fiksi berdimensi sosial. Novel kang Abik juga tidak terlalu banyak memberikan spirit menulis novel Islam pada batin saya..

Trus kenapa dong akhirnya saya tertarik menulis fiksi?

Semalam, saya membaca beberapa tulisan teman "baru" saya dalam blognya.. Tulisannya memang semacam beberapa hasil pengalaman dan imajinasi yang ia tuliskan.. Secara akademis, teman saya ini masih dua tahun di bawah saya.. Tapi, harus saya akui, saya kagum pada kualitas tulisan dan gaya bahasa yang dia gunakan.. Indah, mengalir, dan bahasanya bisa membunuh ego para pembacanya (Saya biasa menyebutnya, tulisan berkekuatan "magis").. Tentu bukan hanya itu alasannya. Tapi, juga karena saya kenal dengan penulisnya, sehingga tentu saja menambah kekuatan "magis" tulisan yang saya baca.. (Ok.. ini tentu subjektif, tapi bagaimana kalau ada 2 sahabat saya yang berpendapat sama??)

Baiklah temanku, itu sementara yang bisa kupelajari darimu.. Setidaknya "rumah"ku ini akhirnya bisa terisi lagi oleh tulisanku setelah sekian lama tak kurawat.. Mimpiku harus terwujud.. Aku harus mampu menuliskan mimpi-mimpiku seperti atau lebih baik darimu menuliskannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar